Terhela napas memikul ketiadaan, berangan dengan bantal angan.
Teluk mimpi yang hampir tercapai menenun rupa mendung.
Melingkar simpul keterbatasan angkuh.
Tersudut bayang yang menhghibur.
Kupeluk erat pilumu, menidurkan pepatah goblok yang kau agungkan. Kita tak ada diantara satu.
Menjelmalah ragumu, aku mecari isi kepalamu yang lugas oleh lakumu.
Terhempas bebas dari jerahan sang pencuri mimpi.
Kaupun bukan angin yang mendendam karena mencumbunya.
No comments:
Post a Comment