Tegarlah, gadis kecilku yang beranjak anggun
Pertegas kembali keras inginmu untuknya mengubah
Kelak ia akan paham, perihmu berangsur tertata memudar
Di saat kau tetap terabaikan, aku tak hanya ingin berkomentar dari bangku sutradara
Gadis kecil, aku ingin menemanimu pulas
Tegaklah, jika perih tak mengijinkanmu terlentang
Pelangimu tak memudar, tamparlah ia dengan jujurmu
Semoga ia tersadar dari mimpi liarnya
Terlelaplah sebelum pekat malam berganti
Tubuh kecil itu, ah andai pelangi tau yang sebenarnya
Aku protagonis yang pengecut
Kalut oleh kisah yang kubuat
No comments:
Post a Comment